|
|||||
| WAPANNURI.COM | |||||
|
|||||
| Kesehatan | Pekerjaan | Komputer| Karakter | Kepemimpinan | Cinta | Teamwork | Ekonomi | Humor | Buku | FRIEND2F |
Artikel tulisanku
|
Dibalik Tragedi 11 September 2001, World Trade CenterSegala sesuatu ada penyebabnya, demikian pula dengan tragedi World Trade Center silam.
Mengapa World Trade Center? Mengapa ada yang mau? Berikutnya, apa yang sebenarnya mendorong orang mau bunuh diri dengan menabrakkan sebuah pesawat ke WTC ? Apakah hanya teroris ? Apa tujuan mereka ? Apa manfaatnya ? Apa untungnya ? Siapakah mereka ? Seseorang ? Sekelompok orang ? Atau sebuah organisasi ? World Trade Center, sebuah pusat bisnis dunia Sejarah membuktikan bahwa kekuasaan tidak minciptakan kemakmuran, melainkan kelaliman. Jaman sebelum aku lahir, ada imperium Romawi yang kekuasaannya sangat besar...bisa dikatakan sebagai negara adikuasa di jamannya. Untuk memperluas kekuasaannya, mereka berperang, saling membunuh, dan memeras yang lemah. Yang menyerah harus memberikan upeti. Yang melawan langsung dihajar. Tetapi, sekarang jaman sudah berubah. Masyarakat sekarang akan mengutuk perang. Tidak peduli perang melawan siapa dan apa tujuannya. Dan penyebaran informasi saat ini begitu cepat, tidak seperti dulu yang masih mengandalkan pak pos. Yang tidak berubah adalah kebenaran mengenai kekuasaan. Yaitu kekuasaan akan selalu disalahgunakan. Hanya saja caranya yang berbeda, tidak dengan perang terbuka. Lalu dengan cara apa kekuasaan diperluas ? Uang ! Seorang ahli ekonomi bule datang ke Indonesia. Dia bertemu dengan pak presiden. Mereka ngobrol ngalor ngidul yang intinya berbunyi, “Indonesia negara yang sangat kaya. Yang kurang adalah infrastrukturnya seperti pembangkit listrik, sarana transportasi, komunikasi, dan teknologi modern. Negara kami mempunyai itu semua dan ingin berbagi dengan negara anda. Sebagai niat baik kami, kami akan memberikan bantuan (baca:hutang) demi mewujudkan itu semua.” Malamnya, sebelum pak Presiden tidur dia melihat kartu nama orang bule yang baik tersebut. Namanya John Perkins, kantornya di Amerika, luar negeri sono, di sebuah gedung yang bernama World Trade Center! Sampai di sini kita harus berterima kasih kepada mister John Perkins atas teknologi maju yang dibawanya ke Indonesia. Benar – benar orang baik. Jika tidak ada pak John ini, maka anda tidak akan bisa membaca tulisan si Wapannuri ini di internet. Kita mengerti bahwa teknologi membawa kemajuan di segala bidang, kita tahu bahwa teknologi diperlukan untuk membangun suatu bangsa....kita tahu...... Hanya saja,... kita tidak tahu atau tidak pernah akan tahu bahwa kita mempunyai hutang yang sangat besar (yang tidak mungkin bisa dilunasi) jika....tidak ada orang yang berani mengungkapkan kebenaran. Kita patut berterima kasih kepada pemerintahan Megawati yang dengan berani mengatakan “STOP HUTANG, START BAYAR”. Kita patut respek pada seorang cina nasionalis, Kwik Kian Gie, yang berani menantang arus dengan meng-GO TO HELL-kan IMF.” Di satu sisi, kemajuan teknologi kita peroleh. Di sisi lainnya, teknologi itu harus kita bayar mahal...Indonesia memang negara merdeka yang bebas dari penjajahan. Tetapi tidak bebas dari intervensi politik, intervensi ekonomi, intervensi militer, dan invtervensi – intervensi lainnya....Pertanyaannya, siapa yang berani mencampuri urusan rumah tangga kita ? Tidak lain dan tidak bukan adalah negara – negara yang memberikan kita hutang....salah satunya adalah Amerika serikat. Amerika serikat itu luas paak....di mana tepatnya ?
FAKTANYA APA ? Jangan heran, meskipun negara kita mempunyai minyak bumi yang dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri, kita malah mengekspor ke luar negeri. Sebagian berkata bahwa negara kita mau mengambil keuntungan dengan kenaikan harga minyak untuk menutupi defisit negara. Sebagian lain percaya bahwa negara kita memang kekurangan minyak bumi sehingga harus membeli dari luar negeri. Yang tidak diketahui oleh semua orang adalah bahwa Indonesia telah memberikan surat kuasa tanpa batas waktu kepada beberapa negara untuk meng-eksploitasi sumber daya alam kita. Kok bisa ? Bisa aja, karena kita mempunyai hutang yang sedemikian besar sehingga jaminan yang kita berikan pun tidak cukup untuk melunasi semua hutang kita. Kita memang merdeka, tetapi sebenarnya dibawah penjajahan. Merdeka secara fisik tetapi dijajah secara ekonomi.
TERORIS.....ATAU....NASIONALIS Anda tahu ada ratusan orang, bahkan ribuan orang yang meninggal karena pengeboman World Trade Center. Tetapi anda tidak tahu, ada berjuta – juta orang di seluruh dunia meninggal karena tanahnya digusur untuk pembangunan, meninggal karena kelaparan, meninggal karena memperjuangkan hak milik mereka. Yang anda tahu, ketika ada orang barbar atau orang pribumi menyerang suatu perusahaan, maka kita menyebut mereka sebagai pengacau, provokator, teroris, dan orang biadab. Anda tahu ada luapan lumpur di Porong, Jawa Timur. Dan anda juga tahu ada demo menuntut ganti rugi atas bencana tersebut. Tetapi anda tidak tahu ada berapa banyak orang yang langsung jatuh miskin setelah peristiwa itu. Media bertujuan menyampaikan berita. Tetapi media dipengaruhi oleh pemegang saham, pemegang kekuasaan, dan kekuasaan berarti kantong tebal. Media yang seharusnya menyampaikan kebenaran beralih menjadi alat mempertahankan kekuasaan. Atau, jika kita optimis, media memang menyampaikan kebenaran....tetapi saya berkata kebenaran subyektif. Alias kebenaran menurut perspektif sesorang yang belum tentu diterima oleh kebanyakan orang. Jadi apakah media bisa dipercaya ? Hal itu bukan pokok permasalahannya... Yang seharusnya ditanyakan adalah.....apakah anda bisa dipercaya ? Hanya dengan perbedaan ini, kita bisa membuat dunia yang kita tempati menjadi lebih baik untuk anak cucu kita
Share To Facebook |
|
| ©2008
- mY homE website - All Rights Reserved. © WEBMASTER HOTLINE : 031 - 7031 1231 |