Website Wapannuri

MENGENAL KEPRIBADIAN DAN KEPEMIMPINAN RAJA DAUD

Daud, seorang raja Israel terbesar yang kebesarannya hanya dapat dikalahkan oleh Salomo, anaknya. Seberapa jauh kita mengenal Raja Daud ini ? Saya yakin hanya sejauh Daud dan Goliath, Daud dan Betsyeba, Daud dan Salomo, Daud dan Saul, atau Daud dan Samuel. Padahal banyak pelajaran menarik yang bisa kita ambil dari kehidupan Daud ini. Dia seorang pemimpin yang besar, yang mampu merubah orang – orang buangan (orang yang sakit hati, orang yang dililit hutang, dan orang yang putus asa) menjadi pahlawan – pahlawan yang gagah berani. David (nama keren Daud) sangat dicintai oleh Tuhan Allah sekalipun separuh hidupnya dipenuhi dengan pembunuhan, penipuan, dan darah manusia. Bagaimana mungkin orang yang seumur hidupnya melanggar taurat Tuhan bisa begitu dicintai olehNya ?

Daud & Goliath raja daud

Masih banyak yang dapat kita pelajari dari Raja Daud ini, tapi untuk saat ini saya hanya akan membahas dua hal mengenai Daud ini. Pertama, Dunia dan Kepribadian Daud yang akan saya tulis saat ini. Kedua, Kepemimpinan dan Kepahlawanan Daud (tunggu tanggal mainnya). Memang jarang saya menulis artikel yang berbau rohani...he...he...he...Soalnya minggu lalu saya lupa ke gereja (bener-bener lupa karena kesibukan kerja) Jadi saya akan mencoba membalasnya kealpa-an saya ini dengan menulis renungan harian untuk teman-teman. Dan jangan terlalu berharap tulisan ini Alkitabiah karena saya hanya orang biasa yang menuliskan pemikiran saya saja, bukan pendeta, bukan ahli Kitab Suci, dan juga bukan orang rohani. Hanya seorang pria culun saja, yang namanya juga aneh, Wapannuri !

 

DUNIA ZAMAN RAJA DAUD
Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel berjalan menuju tanah perjanjian. Tanah yang subur, kaya akan anggur dan madu. Zaman kepemimpinan Musa sudah berakhir ketika umat Israel melangkahkan kakinya di tanah Kanaan. Waktu itu, bangsa Israel dipimpin oleh Tuhan sendiri, Tuhan berjalan di depan mereka dengan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari. Kenapa bukan tiang api di siang hari dan tiang awan di malam hari pak ? Karena kalo tiang apinya muncul waktu siang maka arek-arek Israel bakalan kepanasan dan kalo tiang awan muncul malam hari, mereka akan kedinginan. Seperti kita ketahui, cuaca di padang gurun itu sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Tiang api dan tiang awan menjaga supaya udara tetap stabil dan nyaman untuk dijalani. Boleh dikatakan zaman Musa dan sesudahnya adalah jaman dimana Tuhan sendiri yang menjadi raja atas bangsa Israel. Tuhan memerintah dan berfirman melalui perantaraan, entah itu Musa, entah itu Yosua, dan hakim-hakim yang dipilih sendiri olehNya. Sampai tiba ketika Nabi Samuel dilahirkan.

Kemunculan Samuel sekaligus mengakhiri zaman hakim-hakim dan dimulainya zaman raja-raja. Artinya, Tuhan diminta untuk lengser dari kursi kekuasaannya dan digantikan oleh orang yang dipilih bangsa Israel sendiri. Jika dulu yang membuat peraturan atau undang-undang adalah Tuhan sendiri, maka dengan adanya pergantian kekuasaan ini, Undang-undang dan peraturan akan ditentukan dan dibuat oleh para pemimpin pilihan mereka. Gampangannya, mereka menuntut adanya pemisahan antara rohani dengan jasmani, antara iman dan kehidupan nyata, antara yang kelihatan dengan yang tidak kelihatan, yang masuk akal dengan yang tidak masuk akal.

Mau tidak mau, inilah sebenarnya sifat kita sebagai manusia, sifat anda dan sifat alami saya. Dikasih ati ngerogo rempelo. Sudah mendapatkan yang paling baik, masih kurang. Minta yang lebih baik lagi ! Padahal, apakah kita tau yang terbaik bagi diri kita sendiri ? Dipelihara secara langsung oleh Tuhan yang maha kuasa eeeh....ternyata gak mau, maunya mandiri...hidup sendiri, berusaha sendiri, cari uang sendiri, memimpin diri sendiri. Rasanya gak masuk akal, dinafkahi oleh yang menciptakan dunia yang kita tinggali ini tidak mau ! Iya, pencipta diri kita ini yang menjadi penanggung kebutuhan dan keinginan kita ! Kok ditolak ? Aneh....tapi nyata.

Singkat kata, Tuhan dengan menahan amarahnya, mengabulkan permintaan yang kurang ajar dari umat pilihanNya itu. Dengan catatan bahwa melok bos pilihanmu sendiri itu lebih soro daripada melok Aku (Tuhan). Anak-anakmu akan dijadikan tentara dan dijadikan kuda, kamu akan bekerja dan hasilnya akan diambil rajamu, kamu bakalan jadi babu dan kacung presiden pilihanmu, semua hasil keringatmu akan dipajaki, pembantumu dipajeki, pegawaimu ditariki pajak, bahkan kamu sendiri akan jadi sapi perah rajamu. DEAL ? Dan dengan gembira, seluruh umat Israel berkata “DEAL !”

Muncullah Saul, seorang yang tinggi besar, ganteng, sugih, dan terhormat. Dialah raja pertama yang dipilih orang Israel dengan cara hompimpa !  Tentunya ada campur tangan Tuhan di sini, tapi cuman sedikit ! Di mata manusia, sosok Saul ini sempurna, wes ganteng, bodinya bagus, dihormati pula. Pria idaman semua wanita...Tau Ming Se-nya bangsa Israel ! Bahkan Samuel pun kesengsem dengan perawakan Saul ini. Tepat sekali pilihan Tuhan ini, selera Tuhan memang oke punya ! Lagian, aku ini wes tuwek...wes wayahe lengser digantikan oleh yang lebih muda...

Tugas pertama Saul adalah menaklukan tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Musa. Soalnya tanah itu sudah ada orang lain yang menempatinya, harus diusir dulu. Toh mereka tidak bisa menunjukkan sertifikatnya yang menjadi dasar kepemilikan tanah. Di jaman inilah Daud kecil dilahirkan !

Peta dan area kerajaan Daud & Salomo

 

KEPRIBADIAN DAN KARAKTER DAUD
Daud adalah anak terkecil Isai. Dia mempunyai dua orang Cece dan enam/tujuh koko. Saya agak bingung mengenai jumlah anak Om Isai ini. Dalam 1 Samuel 16:10 jumlahnya delapan anak laki-laki (termasuk Daud). Sedangkan dalam 1 Tawarikh 2:13 jumlahnya totalnya adalah tujuh anak laki-laki. Untuk jawaban atas inkonsisten sodara – sodara Daud ini anda bisa lihat di bagian bawah, sementara ini kita fokus dulu di topik kepribadian dan karakter Daud.

Daud bermata indah (mungkin mirip matanya Aishwarya Rai), berkulit putih kemerah-merahan kayak sinyo-sinyo, dan manis. Bayangan saya, wajah Daud itu lemah lembut dan culun. Tidak berwajah sangar. Nek Daud lagi malu...bikin gemes, apalagi kalau mukanya merah, bawaannya kepingin nyubit pipinya. Usianya waktu melawan Goliath diperkirakan antara 13 – 14 tahun. Jadi tidak salah kalau saya sebut David sebagai sinyo-sinyo. Hampir separuh usia Saul. Kalo sekarang, mungkin Daud ini masih masuk sekolah minggu...ha...ha...ha....”Sinyo Daud....ayo sini duduk di depan, bu guru mau menjelaskan mengenai Lasarus ! Nyo...sinyo....! Wakakakak...”

Mungkin Saul gemes liat wajah culu Daud sehingga dia menggodanya. “Hm....mau melawan Goliath ? Gini aja nak Daud, kamu coba pake baju pelindung, supaya kalo kena bogem om Goli tidak pusing...sek yaa....tunggu sebentar tak copotnya baju perangku...ben kamu kelihatan gagah ! “ Ketika topi besi Saul masuk ke kepala Daud, maka tertutuplah matanya sehingga Daud gak isa liat terus kebentur !” Saya tidak tahu, Daud ini polos atau pinter....Dia pasti tahu kalo baju perang Saul pasti kegedean buat dirinya....tapi tetap saja dipakainya. Saya yakin Daud  ngerti kalau dia dikerjai, tetapi mungkin karena rasa hormatnya kepada Saul dia mencobanya.

Kitab suci tidak menyebutkan tinggi Daud, jadi kita tidak bisa tahu Daud itu pendek atau rata-rata. Yang pasti, Saul lebih tinggi daripada Daud, dan Goliath lebih tinggi dari Saul. Apalagi waktu itu Daud masih anak-anak. Jelas lebih pendek lagi daripada orang dewasa pada umumnya. Dari informasi yang saya dapat di Internet, tinggi badan Goliath diperkiran 3meter, sementara tinggi Saul 2 meter, dan kemungkinan tinggi Daud 1,4 meter. Berarti Daud sak udelnya Goliath dong ! Pantas saja om Goli marah dengan bangsa Israel. Gimana gak keki, sebulan lebih si Goli ini teriak-teriak dari pagi sampe sore...ayo Duel...satu lawan satu ! Keluarkan prajurit terbaik Israel, ayo musuh ambek aku...ealah...yang keluar sinyo-sinyo keceng pake celana pendek bawa tongkat sapu dan ngomong sing gak masuk akal...Tuhan yang berkuasa laaah...Tuhan raja perang laah, Tuhan yang hidup, tentara Israel yang gagah berani laah....

Menurut perkiraan saya, Daud suka menghabiskan waktunya dengan merenungkan Taurat Tuhan ketika sedang menggembalakan domba-dombanya. Saya suka membaca buku, meskipun kadang tidak mengerti artinya tetap saja saya membacanya, suatu saat, entah kejadian apa...tiba-tiba saja buku yang pernah saya baca muncul dalam pikiran saya dan mengartikan kejadian yang baru saja saya alami. Apa yang tidak saya pahami di masa lalu ternyata saya pahami saat ini. Apa yang muncul saat ini adalah hasil akumulasi dari yang pernah saya baca. Atas dasar itulah saya berasumsi bahwa Daud suka sekali membaca Taurat Tuhan. Tentu saja dari mazmur-mazmur yang diciptakan Daud yang menegaskan bahwa dia merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Saya yakin inilah sumber keberanian dan kekuatan Daud. Apapun yang dihadapinya, selalu dilihat dari sudut pandang Tuhan. Simak saja jawabannya terhadap perkataan Goliath, “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engaku dangan nama Tuhan semesta alam. Allah segala barisan Israel yang katuantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku.... dan supaya jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.

Ngomong-ngomong mengenai sudut pandang, saya rasa teman-teman perlu membaca tulisan saya sebelumnya mengenai persepsi. Dengan sudut pandang yang berbeda, kita bisa memandang suatu kejadian yang sama dengan pemikiran yang berbeda. Saul dan tentara Israel melihat Goliath dari sudut pandang pengalaman, tinggi badan, dan kekuatan. Sementara Daud melihat Goliath dari sudut pandang Tuhan yang berkuasa, Tuhan yang memungkinkan segala sesuatu, dan Tuhan yang berperang. Masalah yang sama, sudut pandang yang berbeda, hasilnya juga berbeda. Saya yakin, inilah yang membuat Daud begitu dicintai oleh Tuhan sekalipun hidup Daud sendiri dipenuhi dengan penipuan, dosa, dan pembunuhan.

Zaman Musa dan sesudahnya, Tuhan menurunkan 10 perintah Allah dan Taurat Musa yang mengatur kehidupan bangsa Israel. Tuhan menetapkan mana yang dosa dan mana yang tidak, mana yang halal dan mana yang haram. Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mengingini milik sesamamu yang lain, dan jangan-jangan lainnya. Dengan melakukan semua hukum ini, maka umat Israel akan berkenan di hadapan Tuhan. Bagaimana dengan kehidupan Daud ? Jangan membunuh ? Hampir semua bangsa di tanah Kanaan dihabisi oleh Daud dan pengikutnya. Jangan menipu ?  Daud mbujuki pendeta di Nob kalau dia sedang dalam misi rahasia dari Raja Saul. Kuduskanlah Tuhan Allahmu ? Korban persembahan imam Ahimelekh untuk Tuhan dimakan oleh Daud yang sedang kelaparan. Jangan berdusta ? Daud berpura-pura sebagai orang gila ketika berada di Gat. Daftarnya masih banyak lagi. Bukankah kehidupan Daud tidak berkenan dihadapan Tarurat Tuhan dan Tuhan sendiri ? Pantaskah Daud dicintai Tuhan jika berdasarkan Taurat Musa ini ? Jawabannya adalah tidak layak ! Dosa Daud terlalu banyak !

Namun, Tuhan mencintai Daud, bahkan menjanjikan bahwa dari keturunan Daud akan lahir juru selamat dunia yang mendamaikan manusia dengan Tuhan. Kok bisa begini ? Sebab hal yang mendasar dan diinginkan Tuhan ada dalam diri Daud, yaitu sudut pandang Tuhan sendiri. Melihat segala sesuatu yang terjadi di hidup ini dengan mata, hati, dan pikiran Tuhan.  

Ketika kita melihat segala sesuatu sebagaimana Tuhan melihanya, maka hidup ini akan menjadi lebih mudah. Ketika kita memperlakukan orang lain sebagaimana Tuhan memperlakukan kita, maka kita akan menjadi lebih manusiawi. Ketika kita memimpin orang lain sebagaimana Daud memimpin pengikut-pengikutnya, maka kita akan menjadi pemimpin yang luar biasa sebagaimana Daud memimpin orang-orang buangan dan menjadikan mereka pahlawan – pahlawan yang pemberani dan gagah perkasa !

Daud yang lebih Alkitabiah
Artikel rohani tentang Daud yang lebih lengkap dengan disertai ayat-ayat alkitab

Berapa jumlah saudara Daud sebenarnya ?
Jawaban atas kontradiksi dan Inkonsistensi dalam Kitab suci Kristen!

Share this content

ARTIKEL TERBARU

PRINSIP KEPEMIMPINAN

GAYA KEPEMIMPINAN

ARTIKEL LEPAS