|
|||||
| WAPANNURI.COM | |||||
|
|||||
| Kesehatan | Pekerjaan | Komputer| Karakter | Kepemimpinan | Cinta | Teamwork | Ekonomi | Humor | Buku | FRIEND2F |
DAFTAR tulisanku tentang TEAMWORK
|
TUJUAN ! SATU-SATUNYA PEMERSATU TIMWORKTim yang lengkap berbeda dengan tim yang kuat. Tim yang kuat belum tentu lengkap, tetapi tim yang lengkap pasti kuat. Bingung ? Yah dicerna lagi kalimat di atas....ha...ha...ha....
Nah, masalah yang akan kita hadapi dalam sebuah teamwork adalah persatuan. Susah sekali untuk menyatukan beberapa orang yang berbeda dalam segala sesuatunya. Kepribadian berbeda, hobi beda, sifat berbeda, cara berpikir beda, cara berbicara berbeda, selera makan juga beda. Bagaimana mungkin menyatukan mereka ? Atau, mungkinkah mereka disatukan ? Dan apa yang bisa menjadi pemersatunya ? DUA (BUKAN SATU!) PENDIRI HONDA Soichiro Honda adalah anak dari seorang pandai besi di sebuah desa bernama Komei (sekarang Tenryu City) di distrik Iwata yang merupakan bagian dari prefektur Shizuoka. Setelah lulus dari Futumata Ordinary dan Higher Elementary School tahun 1922, Soichiro dibawa ke Tokyo oleh ayahnya, Gihei, bekerja makang di sebuah bengkel mobil bernama Art Shokai. Kegembiraan pun membuncah, Soichiro berkeliling kota di atas motor Harley Davidson teranyak. Dia membangun beberapa perahu motor yang dia gunakan untuk berlayar di atas danau Hamana dan Sanaru. Di senja hari, dia mengadakan pesta mewah dengan para Geisha. Kegemaran Soichiro menghamburkan uang royalty yang dia terima untuk pesta dan senang-senang membuat dia seperti legenda lokal di Hamamatsu. Soichiro sangat percaya pada kemampuan teknis yang dia miliki. “Aku bisa membuat apa pun kalau aku bisa melihatnya sekali saja,” katanya di hati. Sadar karena tidak mempunyai pengetahuan dasar metalurgi, Soichiro memutuskan kembali ke bangku sekolah. Dia mendaftar di Hamamatsu School of Technology. Munculnya Soichiro yang hampir berusia 30 tahun waktu itu, masuk ke dalam kelas dengan baju lengan panjang rapi dan topi mengagetkan banyak orang. Tahun kedua kuliah, Soichiro didepak karena tidak ikut semua ujian. Namun dia memutuskan menjadi “siswa gelap”, dan terus hadir kuliah untuk satu tahun kedepan. Baginya, unian bukanlah tujuannya. Dia hadir hanya untuk belajar apa yang dia butuhkan dalam pekerjaanya. Setelah perjuangan panjang, Soichiro akhirnya mengerti semua yang dia butuhkan tentang cincin piston. Dia malah mendapat 28 paten atas karyanya. Proyek pertama Soichiro dengan sepeda motor adalah bata-bata. Suatu ketika dia memperhatikan mesin-mesin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga radio Mark 6 yang digunakan tentara Dai Nippon selama perang dunia II. Setelah perang, radio – radio ini dibiarkan tergeletak dan menjadi rongsokan di reruntuhan kota. Soicihiro mengumpulkan mesin-mesin ini dan memodifikasinya sehingga bisa dipakai untuk sepeda. Sebagai tangki bbm, Soichiro menggunakan termos. Para pelanggan utamanya adalah para pemilik toko sepeda dan para dealer pasar gelap. Para pemilik toko sepeda menempelkan mesin ini pada sepeda mereka, sedangkan para dealer pasar gelap, sebaliknya, menempelkan mesin itu pada kerangka apa pun yang mereka temukan. Tempelkan sepasang roda, dan jadilah gerobak bermotor, dan jual sebanyak mungkin. Bahkan kendaraan yang terlihat berbaha itu pun mampu berlari dengan kecepatan 10 atau 20 km per jam dan terus-menerusditemani suara bata-bata-bata... yang keluar dari knalpotnya. Sebagai produk pada masa itu, bata-bata adalah produk sukses, yang terjual secepat kendaraan itu keluar dari pabriknya.
Takeo Fujisawa, sebaliknya adalah orang Tokyo asli, lahir dan besar di kawsan Koishikawa. Setelah lulus dari sekolah menengah, Fujisawa hidup enak, dan mampu membayar semua kebutuhannya dari berbagai tugas kantoran, seperti mengopi dokumen dan sejenisnya. Tahun 1934, Fujisawa mulai kerja magang di Mitsuwa Shokai, sebuah perusahaan ritel kecil yang hanya terdiri atas 10 orang karyawan yang berbisnis baja. Belakangan, sang pemilik dipaksa masuk militer dan dikirim perang, dan Fujisawa perlahan-lahan dipercaya mengurusi manajemen perusahaan. Tahun 1939, tahun yang sama ketika Soichiro menyelesaikan studinya di Hamamatsu School of Technology, Fujisawa berhasil mengumpulkan modal 100.000 yen dan menidirikan perusahaan kecil dengan nama Nihon Kiko kenkyujo (Insitut Penelitian Mekanik Jepang). Perusahaan Fujisawa yang baru ini berspesialisasi memproduksi bilah pisau potong. Fujisawa sering bermimpi untuk menerapkan berbagai bakat yang dia miliki untuk bekerja sama dengan orang – orang jenius. Dia menyadari bahwa dia berbakat dalam hal menarik modal dan menjual produk, jadi dia berniat sejak awal untuk tetap di belakang layar dan tidak menjadi pusat perhatian. Ketika perang berkecamuk, Fujisawa menutup perusahaannya dan mengungsi ke kota Nohonmatsu di perfektur Fukushima. Seorang dokter mengatakan kepada Fujisawa bahwa udara bersih di pedesaan akan sangat bermanfaat bagi istrinya yang sedang sakit-sakitan, jadi Fujisawa tetap tinggal di Fukushima bahkan setelah perang berakhir. Dia punya usaha kecil penggerajian kayu di sana. Tetapi Fujisawa tetap tidak bisa menepis pikiran untuk berhasil di Tokyo. Dia sering berkunjung ke Tokyo tanpa alasan jelas dan mendatangi berbagai pasar gelap di Shinjuku dan Shinbashi, berusaha mencari kesempatan. Walaupun Fujisawa tidak mempunyai uang, dia memiliki kemampuan unik mendapatkan uang dari orang lain. Pada bulan Agustus 1949 di Tokyo, Fujisawa dan Soichiro bertemu untuk pertama kalinya. “Paham,” jawab Fujisawa. “Saya akan bertanggungjawab penuh dalam urusan keuangan, dan tidak akan mengganggu kerja anda. Saya hanya ingin menciptakan lingkungan kerja terbaik untuk anda. Andalah presidennya, jadi saya akan mengikuti kepemimpinan anda. Tetapi saya ingin anda berjanji tidak akan gegabah ketika harus mengambil keputusan. “ Dan sejak itu, Soichiro dan Fujisawa berjanji untuk tidak saling ikut campur tentang wilayah kekuasaan mereka masing-masing. Fujisawa menghormati kejeniusan teknik Soichiro, sedangkan Soichiro menerima strategi finansial berani yang dilakukan Fujisawa. Soichiro berusia 42 tahun, sedangkan Fujisawa 38. Kesepakatan terjadi hari itu dan Fujisawa bergabung dengan Honda. TANPA TUJUAN, TANDA AKHIR SEBUAH TIMWORK
Bagi banyak orang, bahkan saya sendiripun takjub dengan sistem kerjasama ini. Bagaimana mungkin dua orang yang jarang bisa bertemu bisa mendirikan perusahaan internasional yang masih berdiri hingga saat ini. Bukan hanya bertahan, tetapi menjadi pemain industri otomotif dunia yang patut diperhitungkan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi sebuah kemitraan (kongsi), tetapi saya yakin kalau TUJUAN adalah faktor terpenting bagi sebuah timwork. Tujuan Soichiro adalah membuat sepeda motor, sementara tujuan Fujisawa adalah mewujudkan mimpi Soichiro. Mereka memang tidak pernah bertemu, tetapi memiliki kesamaan tujuan dan kebulatan tekad untuk mencapai target mereka. Walupun jarang bertemu dan berkomunikasi, hati mereka telah menyatu. Apapun yang mereka lakukan, walupun dikerjakan dengan cara yang berbeda, tujuan mereka sama ! Mereka menggabungkan kemampuan unik mereka demi tercapainya tujuan tersebut. Soichiro dalah seorang pria berperawakan kecil dengan rambut yang mulai menipis. Sedangkan Fujisawa, bertubuh tinggi kekar dan bermbut gondrong. Teman-teman sekelas Soichiro meledeknya “musang berhidung hitam” karena lincah dan hidungnya yang sering hitam terkena arang. Dia sama sekali tidak suka apa pun yang berbau atletik. Soichiro adalah sosok yang suka berterus terang, bergaul, dan terbuka. Kalimat-kalimat tangkas keluar dari mulutnya bak peluru senapan mesin. Betapapun kasar ucapannya, para pendengarnya sepertinya tidak tersinggung. Anehnya, dia juga pemalu, mungkin bukan secara alami, tetapi disebabkan oleh hidupnya yang harus mandiri sejak kecil dan mengalami banyak pengalaman pahit ketika beranjak dewasa. Soichiro disukai banyak orang karena menunjukkan kelemahannya kepada dunia, sedangkan Fujisawa menyembunykan berbagai kelemahannya dari mata publik semampunya. Kalau Fujisawa hanya mendukung Soichiro, Honda akan bernasib lain. Pada akhirnya, kelihaian Soichiro dan Fujisawa meramu kedua lakon merekalah yang memunculkan keajaiban Honda. Pertanyaannya....bagaimana dengan tim anda ?? Gaya Kepemimpinan Honda Strategi Pemasaran Honda Cub F-Type Mau tahu cara Fujisawa meningkatkan pangsa pasar Honda ? |
|
| ©2008
- mY homE website - All Rights Reserved. © WEBMASTER HOTLINE : 031 - 7031 1231 |