|
|||||
| WAPANNURI.COM | |||||
|
|||||
| Kesehatan | Pekerjaan | Komputer| Karakter | Kepemimpinan | Cinta | Teamwork | Ekonomi | Humor | Buku | FRIEND2F |
DAFTAR tulisanku tentang TEAMWORK
|
TROUBLE MAKER DALAM TIM KITA
Lalu, darimana asalnya si trouble maker ini ? Tetapi sebelumnya, kita harus menyadari bahwa tidak ada orang yang menginginkan masalah. Juga tidak ada orang yang bermaksud untuk menciptakan sebuah masalah. Yang saya tahu, selama kita masih bernafas dan masih tinggal di dunia, masalah akan selalu ada.
KARAKTER Karakter adalah sifat dasar kita, cara kita berjalan, berbicara, menanggapi suatu hal, dan pikiran kita. Ada orang yang ceplas ceplos, asal bunyi, kasar, kaku, atos, antik, dan tanpa ekspresi. Ada pula orang yang ramah, murah senyum, tutur katanya halus, dominan, toleran, dan menyenangkan. Ada juga yang kadang ramah kadang jahat, kadang kasar kadang lembut, kadang suka ngomong sendiri dan kadang ngomong yang gak nyambung. Dan jika anda termasuk orang ini, berarti anda golongan orang gila (ha…ha…ha…) Ada yang mengatakan bahwa karakter sudah dibawa pada waktu kelahiran kita, tetapi ada juga yang mengatakan kalau karakter dibentuk dengan pergaulan. Kalau menurut saya, karakter adalah bawaan dari lahir dan dikembangkan melalui pergaulan. Sebagai contohnya saya ini, orang paling ganteng se dunia. Karakterku kasar, keras, atos, dan berkemauan keras. Kalau aku kepingin sesuatu, maka aku pasti akan mengejarnya sampai dapat. Pola pikirku lebih ke arah teknis dan teratur. Nggak heran kalau aku suka kerapian dan kepraktisan. Aku lebih suka naik sepeda motor daripada naik mobil. Alasanya cuman satu, lebih cepat dan gak pernah macet. Selain itu, irit BBM…ha…ha…ha… Dari kecil, aku selalu di tempatkan di bidang yang berhubungan dengan manajemen. Waktu di gereja aku memegang administrasi dan pengembangan manusia. Di kerjaanku, aku menciptakan sebuah sistem dan men-training orang baru. Di kerjaanku yang lainnya, aku ditugaskan sebagai Manajer Toko. Hampir separuh hidupku selalu berhubungan dengan sistem dan administrasi. Entah bagaimana, Tuhan menempatkan diriku di situasi dan keadaan yang memaksa pembentukan karakterku. Jika hal seperti ini terjadi kepadaku, maka hal yang sama juga terjadi pada si trouble maker. Lantas apa yang membedakan aku dengan si trouble maker ?
KERJASAMA = KERJA BERSAMA-SAMA Trouble maker bukan selalu berarti menciptakan masalah tanpa menyelesaikan suatu pekerjaan. Trouble maker juga bukan berarti orang yang bodoh, geblek, atau goblok. Malahan seringkali seorang trouble maker adalah seorang yang ahli dalam bidangnya, atau bisa saya sebutkan sebagai orang yang “terlalu” ahli dalam bidangnya. Saking ahlinya, maka dia harus mengetahui segala sesuatunya, mengerjakan semuanya sendirian, dan mengatur dengan cara “terbaiknya”. Masalah utama si trouble maker adalah kerjasama. Dia tidak mengerti arti (sesungguhnya) dari kerjasama. Dia tidak mau tahu syarat utama dalam bekerja sama. Yaitu rasa percaya. Dalam kehidupan yang keras di dunia ini, yang seringkali berhubungan dengan untung rugi, sukses atau gagal, dipecat atau kerja lebih keras, rasa percaya pada kemampuan orang lain semakin ditinggalkan. Kita berpikir, “Iya kalo dia bisa….kalau salah sedikit saja maka karierku akan hancur. Anakku makan opo, bojoku, mertuaku, aku makan opo ?“ Pendeknya, di mulut kita bisa berkata bahwa kita percaya, tetapi kenyataannya berkata sebaliknya. Rasa percaya yang benar adalah melepaskan pegangan tangan kita pada dahan pohon itu. Jadi taruhannya adalah nyawa kita, pekerjaan kita, karir kita, nama baik kita, reputasi kita, dan masa depan kita. Berat kan ? Makanya banyak orang memilih menjadi seorang trouble maker daripada menjadi pemimpin. Yang lebih memperparah keadaan, semakin berhasil tugas kita, maka akan ada pekerjaan yang lebih berat dan lebih besar. Semakin banyak uang yang kita dapatkan akan memicu kita untuk mencari lebih banyak uang lagi. Peluang usaha akan selalu ada dan pekerjaan tidak ada habis-habisnya. Yang ada adalah keterbatasan waktu dan tenaga kita sebagai manusia. Kita tidak mungkin berada di dua tempat berbeda di waktu yang sama. Demikian pula kita tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan pada waktu bersamaan. Jika anda berkata bahwa hal itu bisa diatur….berarti anda adalah si trouble maker. Pembuat masalah karena anda tidak bisa bekerjasama. Bekerja bersama-sama dengan sesama manusia.
HATI NURANI Jika anda mempunyai seorang teman yang anda cap sebagai trouble maker, jangan salahkan pribadinya. Anda sebenarnya tidak keberatan dengan pribadinya. Anda keberatan dengan sistemnya, cara kerjanya dan tingkah lakunya. (Thank’s buat Jonas untuk inspirasinya!) Bedakan ini, karena bisa mengakibatkan putusnya sebuah hubungan yang anda bina selama ini. Seorang trouble maker yang masih mempunyai hati nurani masih bisa ditolong. Lucunya, mereka tidak menyadari kalau dirinya adalah si trouble maker (memang lucu kok hidup ini). Yang perlu kita lakukan adalah memberitahu mereka bahwa dirinya adalah trouble maker. Pertanyaannya adalah, “ Siapa yang harus ngomong ?” Ha….ha…ha…. Gampang bos….”A Bird with same colour fly together” Dan buat you – you yang menjadi temannya si trouble maker. Ingatlah bahwa, “ A friend indeed, is a friend in need” The Problem With Single Fighter
Share To Facebook |
|
| ©2008
- mY homE website - All Rights Reserved. © WEBMASTER HOTLINE : 031 - 7031 1231 |