DAFTAR HUMOR
BUKAN HUMOR
|
KOLEKSI CERITA HUMOR 9 Juni 2008
 |
Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak dibawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan disampingnya.
Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. |
Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet diatas pohon. Ia mendongak keatas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet, yang semuanya mengenakan topi-topinya.
Pen jual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sedang dibuat main- main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya.
Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.
Aha..!
Ia pun mendapat ide..!
Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah.
Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.
Lima puluh tahun kemudian, cucu dari sipenjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya.
Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama.
Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya.
Ketika terbangun iapun menyadari kalau monyet-monyet dipohon tersebut telah mengambil semua topi-topinya. Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya.
Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya.
Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi-topi itu erat-erat.
Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu penjual topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata...
"WOOYYY, EMANGNYA LO DOANG YANG PUNYA KAKEK???"
Bokap Gua Lebih Kaya
Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.
Usrok: "Bokap gua kaya banget, dia bentar lagi mau beli Laut Jawa!"
Cuplis: "Oya???? Kalau gitu gua akan bilang sama bokap gua supaya Laut Jawa nggak jadi dijual!!"
Hati-hati Memilih Teman Berburu
Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu badak di hutan Ujung Kulon.
Tiba-tiba salah seorang di antara mereka jatuh terjerembab. Kayaknya orang itu nggak bernapas lagi. Bola matanya putih semua.
Melihat itu, salah seorang lagi panik bukan main. Ia mengambil HPnya dan menelpon rumah sakit terdekat.
"Mbak, tolong, teman saya meninggal. Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya.
Dengan suara lembut, operator UGD di ujung telepon berusaha menenangkan, "Tenang, Pak. Tarik napas. Saya akan bantu. Pertama-tama Bapak pastikan dulu apakah teman Bapak benar-benar meninggal..."
Sunyi sejenak... Kemudian terdengar suara tembakan.
Suara lelaki itu muncul lagi di ujung telepon. "Sudah, Mbak. Sekarang saya harus ngapain?"
Buatan Jerman!
Bolot sedang memamerkan alat bantu pendengaran yang baru saja dibelinya kepada Malih.
Bolot (sambil nunjuk alat di kupingnya): "Gue baru saja beli alat bantu, pendengaran paling mahal yang pernah ada. Ini buatan Jerman, lho, dan garansinya seumur hidup!"
Malih: "Gile bener, emang harganya berape?"
Bolot: "Jam 5 lewat 10 menit."
100 Tahun Mendatang
Seorang penulis naskah drama sedang berantem dengan induk semangnya karena belum bayar kos-kosan.
"Tidakkah Bapak seharusnya bangga bahwa Saya tinggal di rumah ini?" kata si penulis memulai bujukannya. "Ingat, Pak, seratus atau bahkan dua ratus tahun mendatang orang-orang yang melewati rumah ini akan berkata 'Lihat, di rumah itulah almarhum Wawan si penulis drama pernah tinggal'. Bukankah itu merupakan kebanggaan buat keturunan Bapak?"
Tidak terkesan mendengar bujukan Wawan, si induk semang berkata, "Wawan, aku ngomong sekali lagi. Kalau elu nggak bayar sewa kos, maka besok pagi orang-orang sudah akan ngomong seperti yang lu bilang tadi"
Menunaikan Hajat
Nenek Surti yang sudah renta pergi menjumpai dokternya.
"Saya mempunyai persoalan dalam menuaikan hajat," katanya mengeluhkan masalahnya.
"Hmm, mari saya periksa," kata dokter. "Bagaimana dengan buang air kecil?"
"Setiap pagi jam tujuh, seperti anak bayi."
"Bagus, bagaimana dengan buang air besar?"
"Setiap pagi jam delapan."
"Lalu, dimana persoalannya?"
"Saya bangun jam sembilan, dokter...
|
| Geography of Women |
Between 18 and 22, a woman is like Africa, half
discovered, half wild, naturally beautiful with
fertile soil.
Between 23 and 30, a woman is like Europe, well developed and open to trade, especially for someone with cash
Between 31 and 35, a woman is like India, very hot, relaxed and convinced of her own beauty.
Between 36 and 40, a woman is like France, gently aging but still warm and a desirable place to visit.
Between 41 and 50, a woman is like Great Britain, With a glorious and all conquering past.
Between 51 and 60, a woman is like Yugoslavia, Lost the war and haunted by past mistakes.
Between 61 and 70, a woman is like Russia, very wide with borders now unpatrolled
After 70, she becomes Tibet. Wildly beautiful, with a mysterious past and the wisdom of the ages...only those with an adventurous spirit and a thirst for
spiritual knowledge visit there.
|
| GEOGRAPHY OF MEN |
Between 1 and 70, a man is like the USA. Ruled by a dick.
|
| |
 |
| |
| GRANDMA.... |
Grandma and Grandpa were visiting their kids overnight.
When Grandpa found a bottle of Viagra in His son's medicine cabinet,
he asked about using one of the pills.
The son said, "I don't think you should take one Dad;
they're very strong and very expensive".
"How much?"
asked Grandpa. "$ 10.00 a pill, " answered the son.
"I don't care, " said Grandpa,
"I'd still like to try one, and before we leave in the morning, I'll put the Money under the pillow."
Later the next morning, the son found $110.00 under the pillow.
He called Grandpa and said, "I told you each pill was $10.00,
not $110.00 "
"I know, " said Grandpa. "The hundred is from Grandma". |
|